The Bromo Experiences (5-habis)

Hujan rintik mulai membasahi lereng pegunungan Bromo saat kami sampai di hotel. Udara yang dingin semakin menjadi-jadi. Kulangkahkan kakiku keluar dari jip yang membawa kami. Tak lama kemudian seseorang mendatangi kami. “Ban depan mobilnya kehabisan angin mas”, kata Yoyok. Kulihat ban yang dia maksud. Dan memang sudah betul-betul kehabisan angin. Sebetulnya ban kiri depan ini memang sudah tidak beres sebelum kami berangkat kemari. Semula kupikir tidak terlalu parah. Mungkin udara yang sangat dingin membuat angin di dalam ban cepat habis. Segera aku dan Habibi membongkar ban untuk menggantinya dengan ban cadangan. Kami harus berlomba dengan hujan yang mulai turun dengan deras. Tak sampai dua puluh menit kami sudah selesai mengganti ban. Selain oleh keringat, kaosku kini dibasahi oleh air hujan. Tapi tak mengapa karena aku memang berniat mandi setelah pulang dari melihat sunrise.

Bruk. Tasku mengeluarkan suara menghentak saat kuletakkan di atas kursi. Semua sudah selesai packing. Hujan pun sudah mulai reda. Kami mulai memindahkan barang-barang ke dalam mobil. Kulihat Nadra sedang menemui penjaga hotel untuk menyelesaikan pembayaran. Sebenarnya agak berat juga meninggalkan tempat ini. Rasanya masih teramat kurang untuk tinggal di sini hanya dalam waktu semalam. Tapi bagaimanapun juga kami harus kembali pulang. Mobil perlahan meninggalkan halaman hotel. Pelan-pelan roda mobil berputar menuruni jalanan yang curam dan licin karena hujan. Suasana di dalam mobil sangat tenang. Semua orang merasa lelah. Semua orang ingin menikmati pemandangan indah sebelum akhirnya mobil mencapai jalan besar dan bergerak kembali menuju Jogja.

Lima belas jam adalah waktu yang kami butuhkan untuk kembali ke Jogja. Dalam waktu normal, sebenarnya hanya membutuhkan waktu dua belas jam saja. Tetapi ada beberapa kejadian yang menghabiskan waktu kami. Aku mengemudikan mobil nonstop dari Bromo ke Jogja melalui jalur selatan. Jalanan yang melalui pegunungan yang sepi dan gelap. Rasa capek yang hinggap di tubuhku tidak aku hiraukan karena aku ingin secepatnya sampai ke rumah. Habibi yang sedari awal sudah tertidur masih tetap menikmati mimpinya. Nadra yang berjanji untuk menemaniku ternyata tertidur juga hanya dalam waktu kurang dari sepuluh menit sejak dia mengucapkan janji. Saat ini aku juga tidak mungkin membangunkan Habibi dan meminta untuk digantikan karena dia tidak tahu jalan. Akhirnya aku menguatkan diri hingga lampu-lampu kota Jogja nampak dari kejauhan. I am home. Sungguh menyenangkan. Sebuah petualangan yang hebat bersama tim yang hebat. Kurasa kami tidak akan kembali lagi dalam waktu yang cukup lama. Setidaknya sampai kami benar-benar rindu akan kuasa Tuhan yang dilukiskan dalam indahnya Bromo. Terima kasih. (habis)


About MazGan

Be a Better Human Komentator Segalanya
This entry was posted in Jalan-Jalan. Bookmark the permalink.

2 Responses to The Bromo Experiences (5-habis)

  1. Lia says:

    Keren ceritain liburan ke Bromo nih, detail banget. Minta informasi dong penginapan milik pemda Probolinggo yg kalian tempati adakah CPnya? Saya kebetulan akan ke Bromo dalam waktu dekat dan butuh referensi hotel murah meriah hehe.. Terima kasih ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s