Ada Apa Dengan “Mas Joko”?

Hehehe…waktu buat judul posting ini aja aku sambil ketawa-ketawa. Semua ini berdasarkan beberapa pengalamanku berhubungan dengan orang yang bernama Joko atau Djoko dalam ejaan lama. Pada awalnya, beberapa hari yang lalu aku mendownload lagu-lagu dangdut dan salah satunya berjudul Mas Joko. Sebuah lagu dangdut yang populer lebih dari satu dekade yang lalu. Bahkan dalam lagu dangdut Puteri Panggung yang dinyanyikan oleh Uut Permatasari pun terdapat karakter Mas Joko. Dari itulah muncul ide untuk menulis hal yang berkaitan dengan “Mas Joko”. Aku sih ngga tahu arti pasti dari nama dari Joko. Sejauh yang aku tahu, itu berasal dari Perjaka atau Jejaka yang bermakna seorang laki-laki yang masih single. Kemudian orang menyingkat menjadi Jaka atau Joko dalam pelafalan bahasa Jawa. Dalam dunia imajinasi, Joko ini digambarkan sebagai seorang laki-laki yang menjadi idaman banyak wanita. Ciri-ciri yang selalu ada dan disebutkan dalam karakter Joko adalah kumis. Hehehe. Aku juga ngga tahu kenapa. Dan dalam kenyataannya, hanya ada dua orang yang bernama Joko yang aku kenal tidak memiliki kumis. Selebihnya, memiliki kumis, entah cuma tipis atau seperti Pak Raden. Total mungkin ada sekitar 15 orang yang bernama Joko yang aku kenal. Selain itu, nama kedua di belakang kata Joko pun hampir selalu tiga suku kata. Misalnya Joko Ananto, Joko Murtopo, Joko Aminoto, Joko Wahyono, Joko Susilo, dan tak lupa Joko Siswanto yang merupakan nama dari ayahku sendiri. Pernah aku dikenalkan oleh temanku pada seseorang yang bernama Joko. Dia adalah salahsatu dari dua Joko yang aku tahu tidak memiliki kumis. Dan sambil bercanda aku bilang dia merusak ‘citra’ seorang Joko, yaitu tidak memiliki kumis. Hahaha. Mungkin karena lagu yang berjudul Mas Joko itulah yang membuat masyarakat luas, terutama aku, memiliki persepsi bahwa seseorang yang bernama Joko itu ‘wajib hukum’-nya memiliki kumis. Hal ini sama dengan seorang perempuan yang memiliki nama “Ayu” yang bermakna cantik. Dari semua teman perempuanku yang memilki nama “Ayu” pun hanya satu yang tidak ayu alias tidak cantik jika dilihat dari mataku. Selebihnya? memang benar-benar ayu.

Menurut analisisku (ehem…), pemberian nama Joko ataupun Ayu bisa jadi karena melihat keadaan dari orangtua masing-masing. Jika sang ayah memiliki kumis, dan dia terpengaruh stigma bahwa orang yang bernama Joko ‘harus’ memiliki kumis, maka dia tidak masalah jika akan menamai anak laki-lakinya Joko. Hal ini disebabkan karena sang ayah sendiri memiliki kumis dan bisa dipastikan si anak laki-laki akan memiliki kumis juga. Walaupun hal ini sebenarnya dipengaruhi oleh unsur genetik. Jadi, bisa saja si Joko yang tidak berkumis terjadi karena dia ‘melenceng’ dari rencana. Mungkin sang ayah berkumis tapi ternyata genetik dari si ibu lebih kuat dimana ayah dari si ibu tidak berkumis. Perempuan yang bernama Ayu pun demikian. Bahkan bisa dikatakan lebih mudah. Kita tinggal melihat tampang dari si ibu. Kalau si ibu cantik, maka bisa dipastikan si anak perempuan akan ketularan cantik juga. Asalkan tampang si ayah jangan terlalu jauh di bawah standar. Hehehehe. Jadi orangtua si anak perempuan pede aja memberikan nama Ayu. Dari sinilah muncul pepatah yang mengatakan kalau ingin mencari perempuan cantik, lihat dulu ibunya. Kalau ibunya kurang menarik tapi anak perempuannya menarik, bisa jadi itu karena si ayah memiliki tampang yang bisa menutup kekurangan si ibu.

Sebenarnya, hal yang hampir mirip dengan fenomena Joko atau Ayu terjadi juga di negara barat, tetapi bukan dalam hal nama. Contoh paling jelas adalah sosok dari seorang superhero. Bentuk muka dari semua superhero bisa dikatakan mempunyai kesamaan, yaitu wajah agak panjang dan memiliki rahang serta dagu yang berbentuk persegi. Lihat saja bentuk muka dari Superman atau Batman. Berdasarkan dari karakter-karater tersebut, maka seorang laki-laki tampan digambarkan seperti karakter-karakter superhero tersebut. Bukan yang berwajah lonjong, bulat, atau berdagu runcing. Jadi pada intinya, sesuatu yang fenomenal dan digandrungi oleh masyaraka luas, bisa merubah persepsi atau memunculkan persepsi baru tentang sesuatu. Buat semua Joko di dunia ini, tetaplah menjadi sosok idola wanita, dan buat yang bernama Ayu, semoga selalu menjadi wanita yang cantik luar dan dalam. Salaaaaaammm…

(NB: Pasti ada orang yang tertawa keras setelah membaca posting ini, hehehehe)

About MazGan

Be a Better Human Komentator Segalanya
This entry was posted in Umum. Bookmark the permalink.

2 Responses to Ada Apa Dengan “Mas Joko”?

  1. Ndoro Seten says:

    mas joko pancen tak uk-uk!

    salam Bala Tidar, monggo pinarak di http://pendekartidar.org

  2. putri says:

    he…he…
    tulisan yang menarik…
    Saya baru tahu ttg penelusuran nama Joko ini…juga nama Ayu …

    Sangat runtut sekali…..Ini sudah diriset belum ?😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s