No Action Talk Only

Di tengah-tengah hubungan yang memanas antara Indonesia dan Malaysia karena tari Pendet, aku mendapatkan suatu kenyataan yang agak menarik. Kenapa? karena tampaknya masyarakat Malaysia sendiri tidak ambil pusing masalah tersebut. Setidaknya itu yang aku lihat terhadap teman-temanku yang orang Malaysia. Bisa jadi pada saat kasus-kasus lalu seperti batik, angklung, dan reog, mereka juga tidak begitu memperdulikan. Aku tidak tahu mengapa. Apakah mereka tidak peduli atau pura-pura tidak tahu atau mereka tidak tahu menahu tentang kasus-kasus tersebut karena ditutupi oleh kerajaan Malaysia. Entahlah. Tapi ada temanku yang berasal dari Malaysia sangat menyukai kalau memakai baju batik Indonesia. Pernah suatu saat penampilan dia tampak lain saat di kelas. Dia mengenakan baju batik berwarna dasar hijau dengan rok berwarna senada. Kemudian dia dengan antusiasnya memamerkan padaku kalau pakaian yang dia kenakan adalah batik made in Indonesia. Hahahaha. Aku pun tertawa. Bahkan ada teman satu lagi yang nitip untuk dibelikan batik pada saat aku pulang ke Indonesia. Jadi kesimpulan yang bisa diambil adalah, kebudayaan apapun itu, yang selalu dan akan selalu dikenal adalah dimana kebudayaan itu berasal. Kebudayaan bukanlah sesuatu yang bisa dicuri. Bahkan dengan undang-undang paten sekalipun. Apalagi sekedar mengklaim. Mungkin pemerintah Indonesia masih trauma dengan lepasnya pulau Sipadan dan Ligitan ke tangan Malaysia. Jadi mereka berusaha melindungi sebisa mungkin semua ‘kekayaan’ yang ada. Namun seperti yang aku katakan tadi, kebudayaan itu tidak bisa dicuri. Cukup dengan selalu melestarikan kebudayaan yang ada, maka itu sudah menjadi benteng yang sangat kokoh dari tangan-tangan usil. Tentu saja yang dimaksud dengan melestarikan kebudayaan itu tidak hanya dengan mengingat atau dikeluarkan dalam tes ujian. Tetapi ya dilaksanakan secara rutin. Misalnya menyanyikan lagu daerah sebelum atau sesudah pelajaran di sekolah dimulai. Mungkin hal itu terasa bodoh dan sepele, tapi bisa memberikan efek yang luar biasa. Kita akan selalu teringat dengan sesuatu yang menjadi kebiasaan.

Hal lainnya adalah peran pemerintah dalam melestarikan kebudayaan melalui media yang efektif. Kita tahu bahwa media paling efektif adalah televisi. Dengan televisi, kita bisa melihat sekaligus mendengar segala informasi yang diberikan. Oleh karena itu, alangkah baiknya ada suatu program yang bisa melestarikan kebudayaan kita. Tidak harus seperti Discovery Channel. Kita bisa menerapkan konsep yang lain. Misalnya dulu di TVRI Jogja ada film seri Mbangun Desa yang seluruh dialognya menggunakan bahasa Jawa. Secara tidak langsung, maka kita telah melestarikan bahasa Jawa itu sendiri. Apalagi jika kita melihat saat ini banyak sinetron yang menggunakan bahasa yang tidak baik. Terutama dengan istilah “Bahasa Gaul” yang sebenarnya sangat-sangat merusak perbahasaan kita. Oleh karena itu, janganlah kita berkoar-koar meributkan kebudayaan kita yang diklaim oleh negeri tetangga jika kita sendiri tidak pernah melestarikannya. Sekedar contoh, ambillah salahsatu orang yang ikut berdemo menentang klaim dari pihak asing atau sekedar protes semata. Kemudian, jika dia orang Jawa, tanyakan padanya apakah dia bisa berbicara dengan bahasa Jawa halus dengan fasih. Atau jika dia orang dari daerah lain, tanyakan padanya tari-tarian tradisional apa sajakah yang berasal dari daerahnya. Jika tidak bisa menjawab, maka janganlah protes akan klaim dari pihak asing. Aku bukannya membela pihak asing. Namun secara logika, apabila si kebudayaan ini seorang makhluk hidup, maka tentulah dia akan memilih pihak yang bisa menjaga dan melestarikannya. Sekali lagi, jangan cuma banyak omong. Harus ada langkah konkrit yang jelas. Tidak hanya dari pemerintah Indonesia saja, tapi dari seluruh rakyat Indonesia juga. Save Our Cultures, Save Our Nation, Indonesia!

About MazGan

Be a Better Human Komentator Segalanya
This entry was posted in Umum. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s