Puasa di Negeri Seberang

Pertama-tama, aku ucapakan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa bagi yang melaksanakannya. Yang kedua, maaf ni agak jarang update blog. Soalnya akhir-akhir ini koneksi internetnya lambat. Maklum, udah tengah-tengah semester. Jadi banyak yang pake internet buat bikin tugas. So, sekarang aku mau cerita dikit tentang puasa di negeri Johor ini. Jauh sebelum datangnya bulan Ramadhan, teman-temanku yang sudah mengalami puasa disini bercerita kalau suasana Ramadhan tidak begitu terasa. Bahkan tidak terasa sama sekali. Setelah tiga hari di bulan Ramadhan, aku baru mengiyakan apa yang dikatakan temanku. Memang suasana disini tidak seperti di Indonesia yang selalu gegap gempita dalam menyambut Ramadhan. Banyak pedagang kaki lima dadakan yang ikut mencari rejeki di bulan puasa ini. Lha disini? Paling-paling cuma spanduk Ramadhan Sale dari salah satu pusat perbelanjaan saja yang ‘menyemarakkan’ suasana bulan Ramadhan. Selain itu? Tidak ada. Semua aktifitas tampak seperti biasa. Tidak ada kesan bahwa ini adalah bulan special.

Satu-satunya yang berbeda di dalam lingkungan kampus adalah adanya gerai-gerai yang menjual berbagai macam makanan di salahsatu lokasi area parkir kendaraan. Setiap hari, tempat itu selalu dipadati pembeli mulai pukul 4 sore. Tapi entah kenapa aku tidak tertarik dengan makanan-makanan yang dijual disana. Oh iya, sebagai informasi, Subuh disini ada pada sekitar pukul 05.45 pagi. Dan Maghrib pada pukul 19.15 petang. Yang bikin sebel, yaitu tidak adanya informasi Imsak pada waktu sahur. Jadi kita harus mengira-ira kapan harus selesai makan sahur. Jadi pada pukul 05.30 pagi, harus harus sudah siap segalanya. Tinggal menunggu sahur saja. Ada hal menarik yang belum pernah aku temui sebelumnya tentang sholat tarawih dan witir. Jika di Indonesia, ada dua versi yang biasanya dilaksanakan pada waktu tarawih, yaitu 4×2 atau 2×4. Maksudnya, 4 rakaat sebanyak 2 kali atau 2 rakaat sebanyak 4 kali. Untuk witir, biasanya selalu sama yaitu 3 rakaat. Nah, sewaktu aku tarawih di masjid kampus, ternyata ada yang lain. Untuk sholat tarawih tetap 2×4, sedangkan witirnya 2+1. Ngerti ngga? Jadi maksudnya, sholat witirnya dibagi menjadi dua, yaitu yang pertama 2 rakaat dan yang kedua 1 rakaat. Mungkin di beberapa daerah di Indonesia juga ada tetapi tidak banyak. Makanya bagiku sedikit aneh. Abis tarawih? makan lanjut tidur. Berhubung tiga hari pertama puasa jatuh pada hari Sabtu, Minggu, dan Senin, dimana aku tidak ada kuliah, maka setelah subuh aku tidur lagi hingga pukul 1 siang. Hahahaha. Ngga tau nih kalo udah di hari-hari kuliah. Bakalan tidur dalam kelas. Ok deh, nanti kalo ada cerita baru aku sambung lagi.

About MazGan

Be a Better Human Komentator Segalanya
This entry was posted in Umum. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s