Merdeka!

ok_resizeAkhirnya aku bisa meluangkan waktu untuk menulis informasi tentang penyelenggaraan upacara bendera di Wisma KJRI Johor Bahru, Malaysia. Maklum, tadi aku baru pulang sore hari jam 5. Capek banget. Aku pergi ke Wisma KJRI sekitar pukul 7 pagi waktu lokal (06.00 WIB). Jadi aku harus bangun pagi-pagi betul. Kenapa? karena ada temanku yang akan berjualan selama acara berlangsung memintaku untuk mengemudikan mobil van yang digunakan untuk mengangkut barang dagangan. Aku pun bersiap diri sejak pukul 05.30 pagi. Pakaian yang aku kenakan pun yang bernuansa merah putih, yaitu batik merah, celana kain hitam, plus dasi. Aneh ngga sih? Pake batik  tapi pake dasi juga? Ah, peduli amat. Waktu aku sampai di rumahnya, aku langsung memasukkan motorku ke teras rumah. Setelah itu aku menuju ke mobil van yang sudah siap sedia di luar halaman. Begitu duduk di kursi kemudi yang agak sempit bagiku, aku mulai curiga. Ada power stering ngga ya nih mobil? Ternyata tidak ada! Akhirnya setiap kali melewati belokan, aku seperti sedang melatih otot tanganku. Berat oi menarik kemudi tanpa power steering. Perjalanan ditempuh dalam waktu satu jam lebih karena jalanan memang macet.

Sesampainya di Wisma KJRI, kami langsung bersiap menata dagangan. Yang dijual adalah makanan ringan dan minuman. Misalnya jajanan pasar, pempek, dan es cincau. Untuk pempek, sesaat setelah acara dimulai, langsung sold out alias habis terjual. Harga yang dikenakan adalah sebesar 5 ringgit untuk 1 buah pempek kapal selam besar. Setelah dagangan selesai ditata, upacara pun dimulai. Warga negara Indonesia dibagi menjadi empat buah. Staf dan keluarga KJRI, pekerja kilang dan ladang (TKI), masyarakat Indonesia di Malaysia (Johor), dan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) dimana aku termasuk di dalamnya. Namun pada saat upacara dimulai, belum banyak peserta yang datang. Maklum, mereka datang dari tempat yang cukup jauh walaupun masih di negara bagian Johor. Perjalanan bisa lebih dari 2 jam. Bahkan peserta dari PPI pun belum datang saat upacara dilaksanakan. Jadilah hanya ada empat orang termasuk aku yang mewakili PPI di dalam barisan upacara. Durasi upacara tak sampai 30 menit. Tidak ada pidato seperti layaknya upacara bendera di sekolahan. Namun semua berjalan dengan khidmat dan tertib.

Setelah upacara selesai, maka acara selanjutnya diisi oleh sebuah pertunjukkan dari grup Ummi Sakti yang menampilkan aksi debus alias gak mempan senjata tajam. Untuk aksi pertama, salah seorang anggota grup tersebut ditutup matanya dan menembak sebuah balon yang digantung di atas panggung dengan sebuah tulup. Dor! balon pun meledak. Begitu juga dengan tepuk tangan dari hadirin yang sudah memadati lapangan di samping wisma. Aksi selanjutnya adalah membengkokkan besi dengan leher, mematahkan batangan besi, menaiki tangga yang anak tangganya terdiri dari golok dan lampu neon, serta tak lupa sajian penutup yaitu tarian kuda lumping. Selain pertunjukkan tersebut, panitia juga mengadakan perlombaan seperti berjalan dengan bakiak, makan kerupuk, dan balap karung. Pokoknya dijamin meriah. Selain itu, jika ada keramaian, maka ngga afdol kalo tidak ada musik. Dan grup musik Acakadut pun meramaikan suasana dengan lagu-lagu dangdutnya. Sempat terjadi keributan kecil saat berjoget bersama, namun kemudian dapat berakhir dengan damai. Tak lupa aku pun ikut berjoget dari awal hingga selesai. Lumayan lah untuk bergembira ria. Apalagi sempat juga disemprot menggunakan air karena cuaca panas dan berdesak-desakan. Seger!

Ada seorang tamu istimewa pada perayaan kali ini. Dia adalah Pak Kusno. Dia adalah orang yang mengayuh becaknya hingga ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji. Dengan disambut oleh Pak Suryana selaku kepala KJRI, Pak Kusno pun berfoto bersama dan bercerita tentang perjalanannya. Dari Sabang sampai Merauke pun sudah dia lalui dengan becak kesayangannya. Salut deh. Dan pada pukul 14.00 waktu lokal, acara pun selesai. Semua sudah bergembira. Semua berkumpul bersama merayakan hari kemerdekaan bangsa kita. Tak lupa para hadirin memberikan penghormatan kepada Sang Merah Putih sebelum meninggalkan wisma. Aku pun ikut membantu memberesi barang dagangan temanku. Lumayanlah, hampir semuanya sold out. Selama perjalanan pulang, teman-temanku masih bernyanyi ria di dalam mobil. Ngga tau pa ya kalo aku berkeringat ria karena kemudi yang berat buanget??? hahahahahaha. Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-64. Jadilah bangsa yang utuh dan tak terpecahkan. MERDEKA!!!

About MazGan

Be a Better Human Komentator Segalanya
This entry was posted in Umum. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s