Hukuman dan Gol Lawan Dari Tetangga

Melihat berbagai pernyataan mengenai hukuman yang dijatuhkan oleh Komisi Disiplin PSSI terhadap Persipura Jayapura, aku serasa ingin ikut bersuara juga. Aksi walk out di partai final Copa Indonesia pada 28 Juni lalu tentu saja tidak dapat dimaafkan dengan berbagai alasan apapun. Dan Komdis sebagai pihak yang berwenang telah menjatuhkan hukuman terhadap Persipura. Hukuman yang aku pikir teramat sangat berat. Aku tidak memperdulikan tentang hukuman yang sifatnya personal terhadap Ernest Jeremiah dan Alberto Goncalves. Mereka pantas mendapatkannya. Namun hukuman yang diterima oleh sebuah klub, tentu saja akan memberikan imbas yang cukup besar terhadap lingkungan dari klub itu sendiri. Dalam hal ini tentu saja para pemain, ofisial, dan masyarakat Jayapura itu sendiri. Jika hukuman yang dijatuhkan oleh Komdis sebatas hilangnya keikutsertaan Persipura di ajang Copa Indonesia untuk tahun depan, aku kira itu masih bisa diterima. Namun apabila harus mengembalikan semua match fee dan hadiah sebagai runner up, tentu saja akan menjadi sesuatu yang memberatkan. Belum lagi sempat terselip isu bahwa hak tampil mereka di Liga Champions Asia akan musnah. Seperti yang kita tahu, klub-klub di Indonesia bersedia mengikuti Copa Indonesia karena disediakan match fee apabila klub melakukan suatu pertandingan. Memang match fee yang diterima tidak akan bisa menutupi pengeluaran untuk pertandingan tersebut. Tetapi setidaknya cukup membantu untuk menambah pemasukan. Dengan adanya hukuman tersebut, bisa dipastikan bahwa Persipura harus mengembalikan uang ratusan juta rupiah. Bahkan Persipura memberikan ancaman untuk keluar dari PSSI dan memilih bermain di liga Oceania atau Australia. Keadaan ini bisa memperparah keadaan dimana masyarakat Papua sendiri selalu diisukan untuk merdeka dan lepas dari NKRI. Mungkin ini terdengar berlebihan. Namun jangan lupa, sepakbola merupakan hiburan masyarakat dengan peminat yang tidak sedikit. Sedikit kebencian terhadap pusat (Jakarta) bisa memicu aksi yang lebih besar lagi. Terlebih lagi dengan keadaan geografis yang jauh dari pusat pemerintahan. Kita berharap saja bahwa masyarakat Papua, khususnya tim Persipura bisa menerima keputusan ini dengan lapang dada. Tunjukkan keteguhan mental kalian sebagai tim besar.

bambangBeralih ke topik lain yaitu tentang sebuah kompetisi kecil pra-musim yang diselenggarakan oleh Selangor FC, salah satu kesebelasan dari Malaysia. Salah satu peserta undangan adalah Persib Bandung dari Indonesia. Ada hal yang menarik pada saat pertandingan antara tuan rumah Selangor FC dengan tamunya Persib Bandung yang berkesudahan 2-0 untuk tim tuan rumah. Adalah Bambang Pamungkas yang membobol gawang Maung Bandung sebanyak dua kali. Bersama kompatriotnya di timnas Merah Putih, Elie Aiboy, Bambang Pamungkas diundang oleh Selangor FC untuk memperkuat tim tersebut dalam uji coba pra musim. Hal ini tak urung sempat menimbulkan spekulasi bahwa Bambang Pamungkas akan kembali merumput di Stadion Shah Alam, Selangor. Namun hal ini dibantahnya. Hmm.. Jauh-jauh Persib Bandung bertanding ke negeri seberang, ternyata yang membobol adalah pemain dari klub tetangga, Persija Jakarta (klubnya Bambang Pamungkas). Aku juga mensitat berita tentang pertandingan tersebut dari website harian Metro Malaysia.

Bambang menyengat

Oleh Alias Abd Rani
lias@hmetro.com.my

BEKAS penyerang Selangor, Bambang Pamungkas (gambar) menjaringkan dua gol untuk membantu skuad Gergasi Merah menewaskan kelab Indonesia, Persib Bandung 2-0 pada perlawanan Piala Selangor 2009 di Shah Alam, malam tadi. Dua gol jaringannya membuktikan jiwanya masih terpahat di Selangor dan paling menggembirakan ialah jaringan itu membawa jumlah gol yang disumbangkannya kepada bekas majikannya itu meningkat kepada 41 daripada 42 perlawanan. Bambang yang kini menyarung jersi Persija Jakarta mudah menyempurnakan hantaran penyerang, Mohd Safee Sali pada minit ke-56 dan empat minit kemudian, dia sekali lagi menewaskan penjaga gol Persib Bandung, Cecep Supriyatna.

Bagi Devan, kegagalan pemain Selangor menjaringkan gol bukan bermakna anak didiknya berada pada tahap prestasi mengecewakan. “Dalam bola sepak, apabila pemain tempatan tidak menjaringkan gol, kita tidak boleh andaikan bahawa mereka tidak boleh diharap. Dalam konteks ini, kemenangan lebih kepada berpasukan. “Kalau pemain kita tidak melakukan hantaran kepadanya (Bambang), mungkin dia tidak dapat menjaringkan gol,” katanya yang menyifatkan perlawanan sebagai menghiburkan. Menurut Devan, perlawanan pada separuh masa pertama kelihatan seimbang, namun keadaan berubah apabila babak kedua bersambung.

“Babak kedua, saya nampak kelebihan berpihak kepada Selangor sehingga kita menemui jaringan. Walaupun banyak peluang diperoleh, namun kita gagal menambah jaringan. “Tapi, jika dinilai dengan dua gol yang diraih, sudah cukup membuatkan saya berpuas hati dengan pemain,” katanya. Sementara itu, jurulatih Persib Bandung, Robbie Darwis, berkata dia ada alasan dengan kekalahan itu. “Persiapan kami agak terhad dan komunikasi antara pemain di padang tidak begitu memuaskan,” katanya.

(http://www.hmetro.com.my/Current_News/myMetro/Saturday/Arena/20090801082634/Article/index_html)

About MazGan

Be a Better Human Komentator Segalanya
This entry was posted in Umum. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s