Pesta…

kon_resizeApa yang anda bayangkan ketika anda menyanggupi sebuah undangan pesta perkawinan? Kalau saya, yang ada di pikiran saya adalah sebuah pesta dimana akan ada beragam makanan serta hiburan. Namun hal yang agak berbeda jauh dari pemikiranku terjadi saat tadi aku menghadiri sebuah resepsi perkawinan. Sang empunya hajat kali ini adalah seorang profesor dari UTM. Kebetulan dia adalah seorang profesor di fakultasku, yaitu teknik sipil. Kebetulan pula, salah seorang temanku ini kenal dekat dengan si profesor. Jadilah aku diajak sekalian. Sebelum berangkat, salah seorang temanku yang juga turut diundang, menanyakan padaku perihal pakaian yang akan dikenakan. Aku jawab pakai batik lengan panjang aja. Karena setahuku, itu menjadi “general dresscode” untuk sebuah acara resmi. Jadilah kami bertiga berangkat menuju gedung resepsi yang masih di dalam komplek UTM.

Setelah memarkirkan motor, aku agak bingung. Kenapa tidak ada tanda-tanda bahwa sedang diadakan pesta perkawinan? Mungkin kalau di Indonesia, sebuah pesta perkawinan dilambangkan dengan hiasan dari janur kuning. Sehingga kita tahu disitu ada pesta perkawinan. Namun ini tadi, terasa seperti ‘hambar’. Tidak ada sesuatu yang atraktif. Dalam hati aku berkata, mungkin ini adat istiadat disini. Oke lah…. Memasuki gedung resepsi, kami langsung dipersilakan untuk mengambil makan siang. Sejenak aku lihat menu yang ada. Sesaat aku berpikir apakah kami datang terlambat sehingga makanan sudah habis. Atau seperti itulah keadaan yang aku lihat. Tapi tidak juga rasanya. Kenapa? Karena menu yang disajikan hanyalah nasi lemak, 3 macam gulai, acar dari nanas, kerupuk, sup, puding, minuman sirup 2 macam, dan puding. Semua itu disajikan di meja yang tidak terlalu besar. Bukannya ingin meremehkan, tapi kalau dibandingkan dengan di tempat kita, makanan-makanan tersebut tidak ada artinya. Bahkan saat aku melihat pelaminan di dalam, sangat-sangat minimalis. Hanya ada dua buah kursi terbuat dari besi di atas sebuah panggung yang berukuran sekitar 3×3 m2 yang dihiasi dengan bunga-bunga ala kadarnya. Sekali lagi, aku berusaha menerima bahwa ini adalah adat istiadat disini. Oke lagi deh. Setelah mengambil makan dan duduk di meja sambil mengobrol, aku sebenarnya menunggu akan ada acara apa untuk mengisi pesta ini. Apakah organ tunggal atau yang lainnya. Ternyata TIDAK. Hiburan yang ada hanyalah lagu-lagu yang berasal dari banyak speaker yang disebar di segala penjuru ruangan. Dan si operator cuma mengoceh kesana-kemari tanpa kejelasan. Oleh karena itulah aku merasa seperti mendengarkan radio saja yang kemudian membuka kesempatan untuk request lagu. Sumpah deh! Dan lagu yang diputarpun kok gak pilih-pilih juga. Mulai dari Agnes Monica, ST12, Broery Marantika, sampai lagu Poco-poco pun diputar! Wah..wah.. ini pesta perkawinan apa dangdutan? Belum lagi saat si operator mengatakan bahwa Poco-poco berasal dari Minang (Sumatra Barat)! Apa ngga kebangetan tuh???

Jadi kesimpulannya, aku malah menjadi pusat perhatian disitu (cieee….). Bukan bermaksud menyombongkan diri, tetapi karena para tamu undangan yang hadir pun hanya memakai pakaian ala kadarnya. Apa ya pantas datang ke pesta perkawinan cuma memakai kaos berkerah apalagi T-shirt? Banyak yang seperti itu. Makanya waktu aku dan teman-teman datang menggunakan batik, semua tampak terkesima. Padahal itu hal yang biasa di Indonesia. Aku jadi membandingkan saat menghadiri pesta perkawinan di sebuah dusun di pelosok Gunungkidul. Disana semuanya jauh lebih meriah. Sang pemilik hajat pun seolah-olah ingin menghabiskan semua hartanya demi kenyamanan para tamu. Mungkin ini hanya sebuah ‘kelainan’ saja dari sebuah pesta perkawinan karena baru sekali inilah aku menghadiri undangan disini. Mungkin di tempat lain akan berbeda. Jadi aku juga tidak akan menggeneralisasi keadaan tersebut. Itu adalah sebuah pengalaman yang baru bagiku.

About MazGan

Be a Better Human Komentator Segalanya
This entry was posted in Umum. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s