Mencontreng

G3_04Maaf ya baru di-post-kan sehari setelah mencontreng. Maklum, kemarin baru pulang dari KJRI jam 22.30, sampe kamar jam 11 malam lebih. Jadi langsung bobok. Capek banget. Ok, aku ceritakan pengalamanku ya. Kemarin aku berangkat dari asrama sekitar jam 11.30 siang. Aku rencananya naik bus kota saja. Jadi motor aku parkir di Jusco kemudian naik bus dari sana. Eh, gak taunya sebelum sampe Jusco aku berpapasan dengan bus yang mau aku tumpangi. Telat sedikit. Akhirnya aku pergi makan dulu aja. Kalo nunggu busnya lagi, masih setengah jam lebih. Selesai makan, aku baru sadar ternyata HP ku tertinggal di kamar. Ah, bikin males aja. Akhirnya aku cepat-cepat balik ke asrama kemudian langsung ngebut menuju Jusco. Saat aku memarkirkan motor, busnya pun datang. Pas banget deh.

Perjalanan menuju KJRI ditempuh sekitar 40 menit menggunakan bus kota. Aku turun di dekat museum dan berjalan kaki menuju KJRI. Disana sudah ramai sekali dengan orang-orang yang sedang mendaftar untuk memilih menggunakan paspor. Sebagian besar memang saudara-saudara kita yang menjadi pekerja di Malaysia alias TKI. Setelah memasuki halaman KJRI, aku langsung menuju TPSLN 5 dimana ada salah seorang temanku yang menjadi panitia di TPS itu. Total ada enam TPS di KJRI ini. Setiap TPSLN mempunyai jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang berbeda-beda. Pada TPSLN 1 dan 2, terdapat 176 orang, TPSLN 3 ada 166 orang, TPSLN 4 ada 170 orang, TPSLN 5 ada 171 orang, dan TPSLN 6 ada 184 orang. Menurut panitia pemungutan suara, KJRI di Johor Bahru ini menangani pemilih dari 4 kerajaan bagian, yaitu Melaka, Negeri Sembilan, Pahang, dan Johor sendiri. Sebagian besar memang menggunakan pos dalam melilih dengan kata lain surat suara dikirim melalui pos. Hal ini dikarenakan lokasi yang cukup jauh apabila harus datang langsung ke KJRI di Johor Bahru. Pemilih yang menggunakan pos diperkirakan mencapai 67.000 orang.

Setelah selesai memilih, aku pun berjalan-jalan ke semua TPS di KJRI. Berdasarkan pengamatanku, banyak sekali pemilih yang menggunakan paspor daripada pemilih yang ada di DPT. Misalnya di TPSLN 5 tempatku mencontreng. Kira-kira 2 jam sebelum ditutup, terdapat total 139 pemilih dimana 120 diantaranya menggunakan paspor (Non DPT). Sedangkan yang 19 orang adalah pemilih dalam DPT. Jadi dengan diizinkannya menggunakan paspor atau KTP, ternyata dapat meningkatkan antusiasme masyarakat dalam memilih. Apalagi disaat banyak DPT yang bermasalah. Jam tutup yang pada awalnya direncanakan selesai pada pukul 4 sore waktu lokal, ternyata diundur empat jam sampai pukul 8 malam. Hal ini untuk mengantisipasi para pemilih yang masih bekerja kilang atau tidak mendapat izin untuk keluar pada jam kerja. Saudara-saudara kita yang menjadi TKI pun tampak datang dengan antusias. Mereka datang secara berkelompok menggunakan bus. Ada pula yang datang sambil meneriakkan jargon salahsatu capres. Pokoknya meriah deh.

Tepat pukul 8 malam, pemungutan suara di KJRI resmi ditutup. Panitia kembali sibuk untuk menyiapkan segala sesuatunya untuk penghitungan suara. Berikut ini perincian dari masing-masing TPSLN. Urutan suara dari kiri ke kanan. Paling kiri untuk capres nomor 1 kemudian diikuti 2, 3, dan suara tidak sah.

TPSLN 1 : 15 – 176 – 17 – 6

TPSLN 2 : 12 – 152 – 20 – 1

TPSLN 3 : 14 – 131 – 16 – 5

TPSLN 4 : 12 – 129 – 6 – 8

TPSLN 5 : 21 – 126 – 12 – 1

TPSLN 6 : 15 – 112 – 16 – 1

Total untuk capres nomor 1 adalah sebanyak 89 suara, capres nomor 2 sebanyak 826 suara, capres nomor 3 sebanyak 87 suara, dan suara tidak sah sebanyak 22 suara. Jadi persentasenya adalah 8,69 : 80,66 : 8,49 : 2,16 (dalam %). Capres nomor 2 tampak sangat jauh meninggalkan lawan-lawannya. Namun yang harus dijadikan perhatian adalah jumlah suara yang tidak sah cukup banyak. Bahkan di TPSLN 4, suara yang tidak sah melebihi dari suara terendah yang didapat oleh salahsatu capres. Berdasarkan keterangan dari panitia, suara yang tidak sah disebabkan karena pemilih tidak mencontreng tetapi malah melingkari. Malah ada yang melingkari semua pilihan. Entah ini karena tidak tahu atau memang sengaja mengacau. Sepanjang yang aku tahu, petugas di TPSLN selalu mengingatkan bahwa memilih dengan mencontreng sekali saja di bagian nomor, foto, atau nama. Tapi masih juga banyak yang salah.

Selesai penghitungan suara, kamu kemudian langsung bergegas pulang. Maklum, sudah malam. Lagipula aku memarkirkan motornya di Jusco. Gerbangnya pasti sudah ditutup. Sesampainya di kamar, ternyata internet lambaaaaat…. banget. Jadinya baru bisa posting sekarang. Hmmm…kapan lagi bisa memilih di luar negeri, ya ngga?

About MazGan

Be a Better Human Komentator Segalanya
This entry was posted in Umum. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s