Review: Ketika Cinta Bertasbih

FA_KCB_promo nasional-ver_finalPada minggu kemarin, tepatnya hari keempat setelah premier, aku berkesempatan menonton film Ketika Cinta Bertasbih (KCB). Ada satu hal yang menggelitik sebelum aku menonton film ini. Hal itu adalah sebuah kalimat garansi “DIJAMIN MESIR ASLI”. Mungkin hal ini merujuk pada film sebelumnya dari pengarang yang sama yaitu Ayat-Ayat Cinta dimana pada film tersebut nuansa kawasan Timur Tengah-nya dibuat di luar wilayah Timur Tengah. Pada beberapa hari sebelum premier, kita bisa melihat iklan mengenai KCB yang begitu fantastis digembor-gemborkan. Bahkan premiernya pun diadakan di delapan negara berbeda. Hal itu semakin membuatku penasaran. Terlebih lagi ada kalimat garansi tersebut. Di awal tayangan film ini, kita akan disuguhkan berbagai pemandangan indah dari negara Mesir, termasuk ikon Mesir itu sendiri yaitu Piramid. Aku sendiri memang terkesan. Apalagi untuk beberapa kali aku melihat tayangan behind the scene dari film KCB ini. Seperti biasa, 10-20 menit pertama adalah pengenalan tokoh-tokoh yang bermain di film ini. Setelah itu, baru deh kelihatan inti ceritanya. Sebenarnya sih intinya gak terlalu rumit. Bahkan cukup singkat. Yaitu cinta segiempat antara Khairul Azzam (M. Cholidi Asadil Alam), Eliana (Alice Norin), Furqon (Andi Arsyil Rahman Putra), dan Anna Althafunnisa (Oki Setiana Dewi). Azzam yang merupakan mahasiswa tingkat akhir mempunyai seorang teman wanita yang digambarkan tertarik dengan dirinya. Wanita itu adalah Eliana yang merupakan putri dubes RI untuk Mesir. Tapi karakter Eliana yang tidak sesuai dengan keinginanya, membuat Azzam selalu menolak apabila Eliana  ingin kenal lebih dekat lagi. Walaupun terkadang Azzam membayangkan wajah Eliana di sela-sela waktunya. Di sisi lain, Pak Ali yang  merupakan seorang sopir dubes memberikan saran kepada Azzam untuk melamar seorang wanita bernama Anna Althafunnisa. Tetapi wanita tersebut ternyata akan dilamar oleh sahabat Azzam sendiri yaitu Fuqon. Sederhana kan? Namun dari inti cerita yang sederhana itu, jalan ceritanya mampu dikembangkan dengan baik karena dibumbui dengan cerita dari masing-masing karakter tersebut. Misalnya karakter Anna yang ‘dikejar-kejar’ orangtuanya untuk menikah atau Furqon yang dijebak oleh wanita misterius sehingga dia tertular virus HIV atau karakter Azzam yang sudah kuliah selama sembilan tahun tetapi belum juga lulus.

Secara keseluruhan, sementara aku memberikan nilai 8 dari 10. Kenapa sementara? Karena ternyata filmnya bersambung! Kayak sinetron aja! Saat mengetahui kalau ada bagian kedua, aku langsung mencak-mencak. Pantes aja film sudah berjalan selama dua jam tapi kok belum ada tanda-tanda penyelesaian. Aku pikir langsung selesai. Hal lain yang mungkin terasa kurang penting adalah ada satu cerita sampingan yang memiliki porsi cukup besar diantara cerita-cerita mengenai pemeran pembantu. Cerita tersebut adalah cerita mengenai karakter Fadhil yang diperankan oleh Lucky Perdana. Dalam film tersebut diceritakan bahwa Fadhil harus merelakan wanita yang dicintainya untuk dinikahi oleh sahabatnya sendiri walaupun wanita tersebut mencintai Fadhil. Aku tidak tahu apakah pada sekuelnya nanti mempunyai keterkaitan dengan cerita utama dari film tersebut. Karena kalau melihat dari film tersebut, memang belum ada keterkaitan secara langsung dari semua karakter utamanya namun sudah terlihat benang merahnya. Semua masih menceritakan tentang background dari masing-masing karakter. Sekali lagi, aku bisa mengatakan bahwa film ini layak untuk mendapatkan nilai 8. Dan kita akan lihat apakah sekuelnya nanti mampu menjadi sesuatu yang lebih baik atau sama saja atau tidak layak ditonton. Karena orang bijak mengatakan bahwa jika kita ingin melakukan atau membuat sesuatu yang sama atau mirip, maka wajib hukumnya untuk menjadi lebih baik daripada yang ada sebelumnya. Jika tidak, lebih baik tidak usah dilakukan. Kita tunggu saja sekuelnya!

About MazGan

Be a Better Human Komentator Segalanya
This entry was posted in Umum. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s