Profil: Keith Jerome Gumbs

SFC-webIseng-iseng aku mencoba mengangkat profil seseorang yang menurutku mempunyai sebuah kelebihan. Masih di sekitar lapangan hijau, seseorang itu adalah Keith Jerome Gumbs atau lebih populer dengan sebutan Kayamba. Dia berasal dari sebuah negara di kawasan Karibia, tepatnya St. Kitts-Nevis. Sebenarnya, Kayamba masih mempunyai darah Indonesia dimana para pendahulunya berasal dari tanah Jawa. Oleh karena itu, tak lupa sebuah nama khas Jawa disematkan pada dirinya, yaitu Tukijo. Jadi, nama lengkap Kayamba adalah Keith Jerome Gumbs Tukijo. Tapi entah kenapa nama “Tukijo” jarang digunakan apabila menyebutkan nama lengkapnya.

Newton United merupakan klub pertama yang dibelanya. Dia bermain dari tahun 1989 hingga 1998. Selama 9 tahun bermain untuk klub tersebut, Kayamba sudah memainkan pertandingan sebanyak 187 kali dengan jumlah gol mencapai 196 kali. Sebuah prestasi yang luar biasa dimana dia rata-rata bermain 20 kali per musim dengan gol rata-rata lebih dari 1 untuk tiap pertandingan. Atas prestasi inilah dia kemudian dilirik oleh klub asal Belanda, FC Twente. Tak puas disitu, dia kemudian menyeberang ke Inggris dimana Oldham Athletic A.F.C menjadi naungannya. Cap sebagai penjelajah klub pun layak disematkan kepada dirinya karena telah membela 12 klub yang berbeda di 3 benua yang berbeda. Termasuk klub papan atas Brasil, Palmeiras. Dan mulai tahun 2007, Sriwijaya FC menjadi klub yang dibelanya hingga saat ini.

Prestasi di tahun pertama bersama Sriwijaya FC sebenarnya sangat memuaskan. Selain turut mempersembahkan double winners, perolehan golnya pun patut diacungi jempol. Masuk sebagai pemain baru di pertengahan musim, dia telah menciptakan lebih dari 10 gol. Semuanya menjadi fenomenal karena di saat itu, usianya telah menginjak angka 35 tahun. Maka tak jarang dia dipanggil “Papa Gumbs”. Di musim keduanya bersama Sriwijaya FC, dia masih mampu menjaga kondisi fisiknya. Hal itu terlihat ketika dia beradu sprint dengan pemain belakang FC Seoul di ajang Asian Champions League 2009 dan kemudian menghasilkan sebuah gol. Orang-orang takkan menyangka bahwa dalam waktu tiga tahun lagi, usianya sudah kepala empat. Dengan kematangan yang telah terasah dan fisik yang mumpuni, tak salah lagi kalau dia menjabat sebagai kapten menggantikan Carlos Renato yang telah pensiun. Bisa jadi dia akan menjadi seorang ‘Maldini’ yang bermain hingga usia 40 tahun. Tapi dia akan menjadi lebih special karena berposisi sebagai penyerang.

Satu hal yang ingin aku sarankan adalah, mungkin ada baiknya untuk mengontrak Kayamba sebagai pelatih teknik karena dia memang mempunyai skill yang tinggi, bahkan diantara sesama pemain asing yang berlaga di Liga Indonesia. Selain itu, bisa jadi dia akan membagi-bagikan tips untuk menjaga kondisi fisik hingga selalu prima walapun usia telah mendekati kepala empat. Ok deh, cukup sekian profil kita kali ini (cieee…). Teruslah berlari Papa Gumbs!

About MazGan

Be a Better Human Komentator Segalanya
This entry was posted in Umum. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s