Sebuah Peresmian

last fightSebelum aku menulis posting ini, aku iseng-iseng membuka website tabloid Bola. Ternyata sudah ada artikel yang senada dengan apa yang mau aku tulis. Ya, semua mata penggemar sepakbola nasional akan tertuju pada laga terakhir Indonesian Super League musim ini. Persipura selaku tuan rumah akan menjamu tamu mereka Sriwijaya FC. Sang juara baru akan menjamu sang juara bertahan. Maka tak salah kalau laga kali ini ibarat sebuah serah terima jabatan. Selain itu, ada motivasi tersendiri bagi Persipura, yaitu mengalahkan satu-satunya tim yang belum pernah dikalahkan sepanjang perhelatan Indonesian Super League. Sebuah pesta akbar dipastikan akan berlangsung di bumi Cendrawasih. Bahkan kalau tidak salah, ANTV pun rela untuk mengadakan siaran langsung pertandingan tersebut. Sebuah siaran yang pertama kali serta terakhir kalinya di Papua. Maklum, hari itu akan menjadi hari yang bersejarah juga. Persipura akan menjadi tim pertama yang menjuarai kompetisi setelah berganti nama menjadi Indonesian Super League. Sebelumnya Sriwijaya FC menjadi tim terakhir yang menjadi juara dalam format dua wilayah. Selain itu, Persipura akan menjadi tim ketiga setelah Persebaya dan Persik Kediri yang menjuarai liga nasional sebanyak dua kali sejak kompetisi berformat liga dimana Persib Bandung menjadi juara pada perhelatan pertama.

Sebenarnya, format full competition seperti ini telah diterapkan pada tahun 2003 hingga 2004 dimana saat itu masih bernama Liga Bank Mandiri. Namun setelah dua tahun pelaksanaannya, hampir semua tim mengeluhkan sistem tersebut. Apalagi kalau bukan karena masalah biaya. Indonesia ini luas bung! Sedangkan biaya pengeluaran tim hanya berasal dari APBD. Hanya Arema Malang dan Semen Padang yang ber-plat hitam alias No APBD. Oleh karena itu, sejak sponsor utama liga diambil alih oleh produsen rokok Djarum pada tahun 2005, format dikembalikan menjadi dua wilayah. Dan Persipura menjadi juara setelah mengalahkan Persija di partai puncak. Sebenarnya, kembalinya Persipura ke tangga juara bisa diartikan juga bahwa tim-tim asal pulau Jawa tidak lagi mendominasi kompetisi liga nasional. Ada tiga tim luar Jawa yang pernah menjuarai kompetisi ini. Dimana ketiga tim tersebut berasal dari tiga pulau yang berbeda pula, yaitu Sumatra (Sriwijaya FC), Sulawesi (PSM Makassar) dan Papua (Persipura). Sebelumnya, tim-tim asal Jawa-lah yang mendominasi kompetisi tersebut. Mungkin tahun depan, sebuah tim dari Borneo (Kalimantan) dapat menjadi kampiun pada kompetisi berikutnya. Sekali lagi, selamat untuk Persipura!

About MazGan

Be a Better Human Komentator Segalanya
This entry was posted in Umum. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s