Juara = Idol?

310_390x225Pembaca pasti pernah menonton atau paling tidak mendengar apa itu program acara The Master yang sekarang sangat populer. Sebuah program reality show pencarian bakat yang bertujuan mengangkat seni magic di Tanah Air kita ini. Sebenarnya, tidak ada yang istimewa dari program tersebut. Tak lebih dari ajang pencarian bakat lainya yang berkonsep mendapatkan dukungan sebanyak-banyaknya melalui sms. Hal yang menjadikan berbeda adalah para pesertanya yang merupakan magician dari berbagai daerah di Indonesia. Hingga season 3 ini pun peminat untuk menjadi pesertanya tetaplah tinggi. Yang ingin aku bicarakan bukanlah mengenai program tersebut. Melainkan tujuan untuk mengikuti program semacam itu. Ada yang ingin menjadi selebriti secara instan atau benar-benar ingin membuktikan bahwa sesorang itu benar-benar mampu dalam bidang itu. Kita lihat dari hasil season 1 dan 2 program The Master. Di season 1, Joe Shandy membuktikan bahwa dia yang terbaik dan Limbad berhasil meyisihkan peserta dari season 2. Tapi setelah pengukuhan bahwa Joe Shandy yang terbaik dari Limbad, alias best of the best, itu tak berarti Joe Shandy telah memenangkan segalanya. Dari beberapa program televisi yang aku lihat, malah Limbad atau Abu Marlo (finalis season 1) yang seringkali tampil di layar kaca. Pertanyaannya, kenapa bukan Joe Shandy yang merupakan best of the best dan telah menyandang gelar The Master? Aku tidak tahu apakah nanti akan dibuat sebuah program khusus untuk Joe Shandy. Tapi sampai saat ini, aku telah berkali-kali melihat Limbad dan Abu Marlo mucul di televisi. Menurut pendapatku, jawabannya adalah sebuah ciri atau karakter yang kuat yang melekat pada diri mereka berdua. Lihat saja Abu Marlo. Tidak ada penampilan bahwa dia adalah seorang magician. Celana jins dan jaket kulit beserta rantai di celana selalu dia kenakan seolah-olah ingin menunjukkan kalau dia itu adalah seorang rocker daripada magician. Terlebih lagi kalau kita melihat Limbad. Penampilannya benar-benar khas. Rambut gondrong terurai dengan kumis tebal beserta jenggot. Ditambah lagi dengan sikap yang tidak pernah berbicara dari awal kemunculannya hingga sekarang. Benar-benar sebuah karakter yang bisa menjadi sebuah trendsetter. Mengutip kata Deddy Corbuzier bahwa Limbad telah merubah sesuatu yang biasa menjadi luar biasa adalah benar adanya. maksudnya, kita tahu bahwa banyak sekali orang diluar sana yang juga kebal senjata tajam atau mampu mematahkan batang besi dengan tangan kosong. Tapi Limbad membawakannya tidak ala kadarnya. Dia mampu membawaknnya dengan sebuah aksi yang sangat memukau. Ekspresinya yang kesakitan saat dilindas stom mampu membawa penonton ikut merasakannya. Jadi dia tidak hanya sekedar muncul, ambil golok, digoreskan ke tangan dan tidak terjadi apa-apa.

Intinya, menjadi seorang juara itu belum tentu menjadi seorang idola. Kemunculan Abu Marlo dan Limbad di beberapa acara televisi menunjukkan kalau mereka punya sesuatu yang khas untuk dijual. Pernah aku mengatakan ke temanku bahwa sebagus-bagusnya Joe Shandy beraksi, dia tetap akan kesulitan untuk menandingi pamor Deddy Corbuzier. Sebagai sesama mentalist, nama Deddy Corbuzier jelas sudah sangat melekat di dalam otak masyarakat Indonesia. Mungkin karena itu akhirnya Joe Shandy menamakan dirinya Master of Numbers agar sedikit banyak berbeda dari Deddy Corbuzier. Lain halnya dengan Romy Rafael yang merupakan Master Hypnotist. Dia menawarkan sesuatu yang lain daripada Deddy Corbuzier atau dengan kata lain berbeda aliran. Oleh karena itu dia dapat tetap eksis di dunia magic Indonesia. Jadi, sebenarnya aku melihat jika Limbad yang menjadi juara best of the best, maka akan semakin banyak variasi yang ada. terlebih lagi Limbad berhasil mengangkat seni debus yang biasanya hanya ditampilkan di kampung-kampung menjadi sesuatu yang fenomenal di layar kaca.  Akhir kata, untuk menjadi idola, juara saja belum cukup. Harus ada sesuatu yang lain dari diri kita. Sesuatu yang baru dan tidak ada pada orang lain. Sehingga kita pantas menjadi sorang idola atau The Master.

About MazGan

Be a Better Human Komentator Segalanya
This entry was posted in Umum. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s