Jalan Sepeda

jalan sepeda_01Sebelum aku pulang ke Jogja kemaren, aku mendapat telpon dari ayahku. Isinya adalah eyangku yang di Magelang pengen sepeda yang ada di rumah Jogja dibawa ke rumah Magelang saja biar dipake pembantu gitu. Mau nyewa pick up rugi. Barangnya cuma dikit. Mau pake mobil Kijang kok repot kayaknya masuk-masukinnya. Jadilah aku menggunakan solusi terakhir. Naiki aja sepedanya sampe Magelang! Aku kemudian membuat rencana. Berangkat subuh kira-kira jam 04.30 pagi. Trus lama perjalanan 2 jam. Jadi sampe di Magelang kira-kira jam 06.30. Oke. Segitu aja rencananya. Hahaha. Ketika hari yang telah ditentukan tiba (cieee…), aku pun bersiap. Celana panjang plus sepatu tak lupa aku kenakan. Dengan didampingi sepupuku Dwi yang naik motor, aku pun mulai menggenjot sepedaku tepat pukul 04.40 pagi. Telat 10 menit dari rencana. But it’s ok lah. So, melewati perempatan pertama, yaitu perempatan Condong Catur, semua berjalan lancar. Hingga perempatan Kentungan dan Monjali terlewati, belum ada masalah yang mengganggu. Nah, begitu mendekati perempatan Jombor, kok aku merasa pedalnya jadi berat ya? Ah mungkin karena jalannya sedikit menanjak pikirku. Namun setelah melewati perempatan Jombor dan berbelok ke Utara arah Magelang, pedal pun makin berat. Aku berhenti sejenak. Nothing was wrong. Perjalanan dilanjutkan. Namun setelah beberapa saat, aku merasa yakin bahwa ada yang salah. Aku kemudian berhenti dan mengecek kondisi sepeda. Naaaa… ternyata roda belakang agak gembos. Pantas berat sekali. Jangankan gembos, berisi angin penuh pun sudah berat layaknya menggenjot becak. Maklum, sepeda tua. Akhirnya aku dan Dwi cari-cari tambal ban yang sudah buka. Tapi kok gak ada ya. Aku lihat jam baru pukul 05.05 pagi. Pantas belum ada yang buka. Lantas aku minta Dwi mendorong sepeda sambil naik motor. Eh, ternyata dia gak kuat. Lhaaaa… Akhirnya aku suruh dia saja yang naik sepeda dan aku yang mendorong. Setelah beberapa kilometer, akhirnya au menemukan tambal ban yang buka. Tapi ternyata sia-sia. Si tukang tambal ban ngga punya dop (tube) untuk jenis ban sepedaku. Maklum, masih model jaman meneer Belanda. Akhirnya dengan ban yang setengah kempis, aku mendorongnya sampai rumah Magelang. Tak lupa aku mengambil gambar selama perjalanan. Aku tiba di Magelang pas pukul 06.30 pagi. Jadi untuk kedatangannya bisa tepat waktu. Sesampainya di rumah Magelang, aku langsung makan, mandi, dan bobok lagi. Cuapek plus ngantuk banget!

About MazGan

Be a Better Human Komentator Segalanya
This entry was posted in Jalan-Jalan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s