Sweet Sayonara

AFC_Champions_League_LOGOSebuah kenangan manis ditorehkan para punggawa Laskar Wong Kito, Sriwijaya FC. Tertinggal 0-2 di babak pertama sebenarnya sudah membuatku kembali melupakan harapan terakhir akan sebuah kemenangan. Namun ada pendapat yang mengatakan bahwa selama bola itu bulat, semua bisa terjadi. Dan skor akhir 4-2 untuk Sriwijaya Fc seolah-olah semakin mengukuhkan pendapat tersebut. Tidak mudah memang untuk mengejar hingga membalikkan keadaan setelah tertinggal 2 angka walaupun bermain di kandang sendiri. Terlebih lagi hingga berbalik unggul 2 angka. Sebelum pekan terakhir dimulai, semua pihak lebih menjagokan Shandong Luneng daripada FC Seoul untuk mendampingi Gamba Osaka yang sudah dipastikan lolos ke 16 besar setelah menuai lima kali kemenangan beruntun. Apalagi pada pertandingan terakhir, Gamba Osaka yang bersua FC Seoul akan memainkannya di kandang sendiri, Jepang. Sedangkan bagi Shandong Luneng, walaupun bertandang ke Palembang, seolah-olah sudah memastikan kemenangan. Bukan rahasia lagi jika Sriwijaya FC yang musim kemarin secara sensasional meraih gelar ganda, kali ini hanya menjadi sarang gol bagi kubu lawan di ajang Asian Champions League. Namun kejutan sebenarnya sudah terjadi sebelum pertandingan Sriwijaya FC melawan Shandong Luneng dimulai. Tak disangka Gamba Osaka tumbang di kandang dengan skor 1-2. Ini yang menjadi motivasi sekaligus beban bagi Shandong Luneng. Kewajiban untuk menang dengan skor besar harus diwujudkan. Hingga babak pertama usai, kubu Shandong Luneng masih bisa bernafas lega. Pun dengan suporter Sriwijaya FC yang juga bisa ‘bernafas lega’ karena tradisi masih berlanjut. Kalaupun Sriwijaya FC akhirnya kalah, suporter tetap bisa menerima. Karena kelas lawan yang dihadapi bisa jadi 2-3 level diatas. Tapi sebuah kemenangan ternyata merubah segalanya. Dan Shandong Luneng yang berjuluk “Real Madrid of China” karena banyaknya pemain bintang dalam tim itu, harus melupakan gemerlapnya 16 besar Asian Champions League.
Ada dua hal yang menurutku membantu untuk mewujudkan kemenangan tersebut. Yang pertama adalah sudah tidak adanya lagi peluang bagi Sriwijaya FC untuk lolos ke babak selanjutnya. Sedangkan yang kedua adalah gelar juara Indonesian Super League yang sudah dipastikan milik Persipura. Jadi tidak ada beban lagi bagi para pemain kecuali dalam ajang Copa Indonesia. Semua pemain dapat bermain lepas karena beban berat yang menahan laju kaki mereka seolah-olah lenyap. Inilah yang harusnya ada sejak awal musim kompetisi. Seperti halnya musim kompetisi kemarin. Pihak manajemen Sriwijaya FC hanya menargetkan bertahan di papan atas atau minimal papan tengah. Hasilnya? gelar ganda dapat diraih. Dan pada musim ini, pihak manajemen memberi beban lebih berat. Mempertahankan juara, yang notabene berarti harus meraih gelar ganda lagi, dan lolos ke babak 16 besar Asian Champions League. Dari sini bisa dilihat bahwa seolah-olah manajemen lupa kalau Indonesia ini tidak kecil. Aku percaya 100% bahwa kelelahan fisik sangat berpengaruh bagi para pemain di semua klub di Indonesia. Bila musim kemarin masih dibagi menjadi dua wilayah, maka musim ini akan lebih berat karena menjadi satu wilayah. Bayangkan saja PSMS Medan harus bertandang hingga Jayapura untuk menghadapi Persipura. Jika ada direct flight pun tetap capek. Apalagi harus berganti pesawat plus perjalanan darat. Hal ini terlihat pada tim Divisi Utama dalam menjalani pertandingan di ajang Copa Indonesia. Lihatlah Persiba Bantul yang perkasa di Divisi Utama harus kalah telak lebih dari 3 gol di tangan PSMS Medan. Hal itu bisa terjadi karena sebelumnya harus menjalani pertandingan kompetisi Divisi Utama di Manokwari, Papua. Jarak Manokwari ke Medan tidaklah dekat. Boleh jadi kalau di Eropa itu bisa disamakan dengan jarak dari London ke Moskow. Semua tim di Indonesia mengalami hal yang sama. Termasuk Sriwijaya FC. Perjalanan ke Asia Timur saja sudah melelahkan. Apalagi harus bertanding dalam cuaca yang cukup dingin sehingga menguras tenaga. Belum lagi setelah kembali ke Indonesia, dalam waktu 2 hari sudah melakukan pertandingan lagi. Jadi, untuk musim depan, aku harapkan manajemen harus bisa lebih realistis lagi dalam menetapkan target. Mungkin bisa berkonsentrasi dalam liga lokal. Ini bukan berarti liga dalam tingkatan regional harus dinomorduakan. Tetapi target yang dicanangkan harus disesuaikan dengan kondisi tim. Misalnya tidak kalah lebih dari 3 gol untuk partai tandang dan mampu meraup poin minimal 4. Entah nantinya lolos atau tidak.
Pernah aku berpikir kalau seandainya kompetisi sepakbola di Indonesia dibagi menjadi beberapa liga. Misalnya Liga Sumatra, Liga Jawa, dll. Karena walaupun sudah dibagi menjadi dua wilayah, tetap saja terlalu luas. Terlebih lagi tidak semua tim mempunyai dana yang cukup. Selain itu, kalau perlu kita buat sendiri saja liga para juara dengan titel Indonesian Champions League. Tentu saja itu semua hanya pemikiranku saja yang melihat betapa luasnya negara kita ini dan berkaitan dengan aspek finansial. Sebenarnya kita harus bangga dengan keputusan AFC yang menggolongkan liga Indonesia menjadi 8 besar Asia dan memperoleh hak langsung ke penyisihan grup. Lihat saja Malaysia, Thailand, atau Singapura yang harus melalui babak kualifikasi. Semua bisa terwujud karena pihak AFC melihat bahwa klub Indonesia mempunyai suporter yang fanatik. Bahkan klub dari kota kecil semacam Jepara atau Lamongan dapat dengan mudahnya mengumpulkan penonton tak kurang dari 10.000 orang. Apalagi klub besar semacam Persija atau Arema. Bahkan beberapa klub penghuni Premier League di Inggris yang katanya liga terbaik dunia, merasa kesulitan untuk mengumpulkan penonton sebanyak itu. Oleh karena itu, pemasukan dari tiket bukanlah pemasukan utama bagi klub-klub di Premier League. Sekali lagi, berbanggalah menjadi bangsa Indonesia yang selalu memiliki peran terhadap dunia dalam bentuk apapun. Selamat untuk Sriwijaya FC. Kemenanganmu adalah kemenangan bangsa Indonesia.

About MazGan

Be a Better Human Komentator Segalanya
This entry was posted in Umum. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s