Perjalanan Panjang

airasiaHuahahaha…kalo ngeliat judulnya kayak apaan aja tuh. Padahal aku cuma mau cerita perjalanan pulang kemarin. Biasanya, aku pulang via Batam atau Singapore. Kali ini aku mau coba lewat Kuala Lumpur aja deh. Tiket pesawatnya pas dapat promo pula. Perjalanan dimulai dari hentian bus di dekat kampus. Pukul 06.00 aku sudah berangkat. Jam segitu masih subuh tuh disana. Masih gelap gulita. Setelah cek tiket bus, aku kemudian menunggu kedatangan bus. Begitu jarum jam menunjukkan pukul 06.45, bus yang ditunggu pun telah tiba. Lima belas menit kemudian, bus mulai bergerak menuju Kuala Lumpur. Setelah sekitar 1 jam perjalanan, bus berhenti sejenak di tempat peristirahatan. Gak lama kok. Paling cuma 15 menit. Memberi kesempatan pada para penumpang kalo mau kencing. Setelah itu perjalanan dilanjutkan lagi. Selama perjalanan, aku hanya tidur. Karena aku baru tidur jam 3 pagi dan jam 05.30 harus bangun untuk siap-siap. Begitu terbangun, mataku sudah disambut oleh menara kembar Petronas, tanda sudah memasuki Kuala Lumpur. Begitu turun dari bus, aku langsung mencari taksi untuk menuju KL Sentral. Di KL Sentral itulah ada shuttle bus menuju bandara. Susah mencari taksi argo di Malaysia. Kita harus tawar menawar dulu. Kalau pakai argo, sebenarnya dari hentian bus menuju KL Sentral cuma sekitar 5-7 ringgit. Kalo harus tawar-tawaran, usahakan jangan lebih 12 ringgit.

Setibanya di KL Sentral, aku langsung beli tiket shuttle bus seharga 8 ringgit. Perjalanan dari Kuala Lumpur menuju bandara memakan waktu sekitar 1 jam. Jarak yang ditempuh lumayan jauh. Lebih dari 50 km. Jadi sebenarnya bandara-bandara di Indonesia ini sudah sangat nyaman kalau dilihat dari segi jarak. Mungkin pembaca pernah mendengar daerah yang bernama Putrajaya? Atau bagi penggemar otomotif, nama Sepang pasti sudah akrab di telinga. Nah, bandaranya di dekat situlah pokoknya. Ada dua macam bandara walaupun berada dalam satu lokasi. Yang pertama adalah Kuala Lumpur International Airport (KLIA) untuk maskapai penerbangan kelas 1 atau dengan kata lain kelas yang mahal. Mungkin kalau di Indonesia setingkat dengan Garuda Indonesia. Nah, kalau untuk maskapai berbudget murah, semcam Air Asia atau Tiger Airways, bandara yang digunakan adalah LCCT. LCCT sendiri adalah kependekan dari Low Cost Carrier Terminal alias terminal untuk maskapai murah meriah.

Setelah check in, aku kemudian menuju ruang tunggu. Sejenak kulihat daftar penerbangan yang ada di layar monitor. Kebanyakan memang menuju Indonesia. Dan benar juga saat kulihat di ruang tunggu. Bisa dikatakan hampir semua gate menuju Indonesia. Mulai dari Denpasar, Palembang, Pekanbaru, Padang, Medan, Jakarta, Bandung, Banda Aceh, Manado, Yogyakarta, Balikpapan, Makassar, dll. Setelah aku analsis sejenak (cieee….), memang untuk penerbangan lokal di Malaysia ini tidak banyak. Setahuku, hanya ada dari dan ke Kuala Lumpur, Penang, Johor Bahru, Kuching, dan Kota Kinabalu. Untuk kota-kota lainnya? Bus masih masih menjadi raja sarana transportasi. Semua karena ditunjang oleh prasarana yang bagus pula. Jalan lebar dan mulus. Ada tol khusus menuju masing kota. Sehingga bus benar-benar dapat diandalkan dari segi kenyamanan dan ketepatan waktu.

Melihat dari banyaknya kota-kota di Indonesia yang menjadi tujuan dari maskapai Air Asia, maka, hal ini menunjukkan bahwa Malaysia dan Singapore tidak dapat lepas dari Indonesia. Karena saat kulihat para penumpangnya, kebanyakan juga berasal dari Malaysia dan Singapore (aku lihat waktu pemeriksaan paspor). Jadi kalau kalau andaikata Indonesia memutuskan hubungan dengan dua negara tersebut, maka sebenarnya bukan Indonesia yang hancur, tapi sebaliknya. Lihat saja keadaan ekonomi saat ini. Dengan adanya krisis ekonomi global, mata uang kita, Rupiah, ternyata masih mampu bertahan. Bahkan kemarin saat kulihat di berita, menjadi mata uang terkuat se-Asia dalam menghadapi krisis ekonomi. Malah sekarang Singapore yang panik karena adanya krisis. Apalagi Singapore tidak punya sumber daya lain selain kegiatan perkekonomian. Hidup Indonesia! Hahahaha…

Yang jelas, aku capek banget setelah sampai di Palembang. Karena perjalanan yang aku lakukan harus lompat-lompat. Kalau untuk 1-2 orang sih gak masalah. Tapi kalo rame-rame, mending lewat Batam atau Singapore aja deh. Gak ribet. Terlebih lagi kalo harus bawa banyak barang. Gitu deh.

About MazGan

Be a Better Human Komentator Segalanya
This entry was posted in Jalan-Jalan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s