Sang Legenda Telah Tiada

funeral_18Kenapa aku memberi judul itu? Karena menurut pendapatku memang seperti itulah beliau. Seumur hidup aku mengenalnya, belum pernah aku melihat atau kuanggap beliau berbuat suatu kesalahan. Semua yang dia lakukan seolah-olah menjadi panutan bagi semua orang yang mengenalnya. Ini berarti tidak hanya terbatas untuk keluarga saja. Beliau sudah menjadi milik masyarakat luas. Dimana banyak orang selalu minta pendapat dan nasehat dari beliau sekiranya ada suatu permasalahan. Kematian pun bukanlah suatu hal yang ditakutinya. Pertempuran di Ambarawa yang terkenal dengan Palagan Ambarawa pun tak menyurutkan nyalinya. Menjadi seorang prajurit yang berjuang demi bangsa dan negara sudah beliau laksanakan sepenuh hati. Saat menjadi perangkat desa pun beliau selalu mengutamakan rakyat. Tak ada seorang pun yang meragukan pengabdiannya terhadap bangsa dan negara ini, atau khususnya masyarakat di sekitarnya. Tak kurang dari 10.000 pelayat telah mendoakan beliau. Sebuah bukti bahwa seorang legenda telah meninggalkan kita untuk menghadap Sang Khalik. Semoga amalan beliau diterima di sisi-Nya dan kebaikan-kebaikan yang pernah beliau lakukan, semoga dapat menyebar ke anak cucu serta siapa pun yang mengenalnya. Amin.

(Silakan lihat beberapa foto di Foto Lain)

About MazGan

Be a Better Human Komentator Segalanya
This entry was posted in Umum. Bookmark the permalink.

2 Responses to Sang Legenda Telah Tiada

  1. Mo Santo says:

    Three G yang guanteng (jadi 4 G)… menurutku, Sang Legenda itu tetap ada. Sekali ada tetap ada selamanya dalam Dia yang penguasa semua makhluk. Maka, setidaknya dalam kenangan dan doa, dia tetap ada dalam Sang Khalik. Kita bersyukur memiliki teladan yang nyata. Giliran kita belajar menjadi teladan bagi diri sendiri dan semoga bagi sesama pula. Mbah buyut bilang, “anak putuku kudu kacek”. Tinggal kita terjemahkan sendiri-sendiri makna “kacek” itu. Bisa “Magis” (Lat) bisa pula “More” (Eng), yang pasti mesti jadi kacek.
    Salam
    YDHpr

    • grawira says:

      hehehe…maksudnya telah tiada dari muka bumi gitu. tapi memang kenangannya akan selamanya tertinggal di hati kita semua. semoga memang kita bisa “kacek”, menjadi seseorang yang lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s