Kala Ku Seorang Diri

Kala ku seorang diri.. hanya berteman sepi dan angin malam…

Dua kali sudah aku merasa harus berpisah dengan sesuatu yang sangat berarti di dalam hidupku. Pertama kali adalah saat aku dan kakakku harus berpisah dengan orangtuaku yang kembali ke Palembang. Kami kemudian tinggal bertiga dengan eyangku. Saat-saat itu rasanya berat sekali. Dengan usia sekitar 10 tahun, dimana aku sudah mulai sadar dan mampu berpikir, ternyata aku harus berpisah dengan orangtuaku. Walaupun masih bisa kontak dengan surat ataupun telepon, tetapi itu lain. Seperti pepatah mengatakan bahwa lima detik sentuhan lebih berarti daripada lima menit bicara. Dan itu memang benar. Sekarang aku harus mengulangi saat-saat seperti itu lagi. Kali ini aku yang pergi. Aku ‘harus’ pergi. Aku meninggalkan teman-temanku yang sudah seperti keluarga bagiku. Teman-teman yang sudah menemaniku selama bertahun-tahun. Teman-teman yang sudah membuatku senang, marah, benci, dll. Sudah terlalu sering rasanya aku merasakan perpisahan. Kata orang, perpisahan adalah suatu awal perjalanan yang baru. Bagiku perpisahan adalah kesedihan. Apapun itu. Teman-temanku adalah orang yang sangat penting karena bersama merekalah aku hidup selama ini. Aku jauh dari orangtua. Satu-satunya keluarga yang dekat adalah teman-temanku. Sekarang aku harus mulai dari nol lagi. Tidak bisakah aku hidup bersama keluarga dan teman-teman dalam waktu yang cukup lama? Hanya Tuhan yang tahu.

About MazGan

Be a Better Human Komentator Segalanya
This entry was posted in Umum. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s