The Lovely Jogja

tugu-jogjakitanet1Tahukah kamu dengan kota Yogyakarta? Kota yang sarat dengan sebutan positif. Kota yang telah kudiami selama lebih kurang 15 tahun. Pertama kali aku menginjakkan kakiku di kota ini, aku merasakan sesuatu yang luarbiasa. Aku tidak tahu apa itu. Di kota ini aku belajar banyak hal. Masih tingginya toleransi ada kepedulian terhadap sesama menjadikan kota ini semakin menempel di hatiku. Persahabatan, cinta, kemarahan, semua aku alami di kota ini. Pada zaman dahulu, mungkin mengendarai sepeda jarak jauh merupakan hal yang biasa. Apalagi untuk kegiatan sehari-hari misalnya pergi ke sekolah. Tapi pada zaman sekarang, hal itu akan menjadi luar biasa. Jutaan ‘bebek’ bermesin telah ‘berkeliaran’ setiap harinya di berbagai sudut kota. Namun aku tetap menikmati masa-masa aku naik sepeda untuk berangkat ke sekolah. Jaraknya pun lebih dari 10 km untuk bolak-baliknya. Panas ya kepanasan, hujan ya kehujanan. Semua itu kurasakan tanpa beban. Aku selalu terbiasa hidup apa adanya. Bahkan hingga kuliah semester pertama pun aku masih naik sepeda. Tak seorang pun tahu kalau sebenarnya aku bisa menggunakan mobil plus sopir untuk pergi ke sekolah. Dan itu sempat kulakukan. Tapi itu tidak berlangsung lama. Aku merasa itu bukanlah diriku. Dan aku kembali ke sepeda tua ku. Itu karena kota Jogja. Kota yang mengizinkan kalangan bawah untuk menikmati kalangan atas dan sebaliknya. Itu semua karena toleransi.

Tahukah kamu apa yang kulakukan saat aku ingin menghabiskan waktu senggangku di malam hari? Aku akan pergi ke angkringan di samping stasiun Tugu. Aku tidak pergi sendirian. Aku biasanya pergi berdua dengan sahabatku, Wildan. Kami akan ngobrol sambil duduk di atas trotoar yang hanya beralaskan selembar tikar tipis. Kami juga bernyanyi bersama pengamen jalanan. Saat-saat itu akan terasa bahwa manusia ini sama derajatnya. Tak lupa segelas kopi jos panas akan menemani malam panjangku. Dan bila badan sudah terasa letih, maka kami akan berbaring hingga terlelap sambil diiringi orkestra gerbong-gerbong kereta yang melintas menembus malam. Saat subuh sudah menyingsing, kami akan segera bangkit dan berlalu.

Tahukah kamu apa yang akan aku lakukan setelah aku selesai nanti? Aku akan pulang ke Jogja. Kota yang telah membesarkanku dengan cinta, kemarahan, dan persahabatan. Itulah perasaan luarbiasa yang kurasakan. I love U Jogja.

About MazGan

Be a Better Human Komentator Segalanya
This entry was posted in Umum. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s