Motorku

motorkuMaaf buat para pembaca kalau update cerita lama tidak keluar. Berhubung kemarin harus mengurus motor, jadi sekarang baru bisa berbagi cerita. Seperti yang sudah aku ceritakan sebelumnya, motor Modenas akhirnya bisa kubawa pulang. Tetapi letter grant belum bisa keluar karena visa pelajar belum selesai diurus oleh UTM. Sedangkan visa pada paspor terbatas cuma 90 hari untuk yang menggunakan single entry atau hanya 30 hari untuk social visit visa. Letter grant itu semacam BPKB kalau di Indonesia. Jadi motor belum dibaliknamakan. Tapi motor sudah bisa kugunakan karena untuk surat jalan (STNK) sudah tidak masalah. Jadilah motor bisa kupakai untuk beli makan.

Ada sedikit cerita lucu mengenai motor. Berhubung bensin sudah menipis, aku harus mengisi bensin terlebih dahulu. Ini adalah pengalaman pertamaku mengisi bensin disini. Jadi aku tidak tahu bagaimana caranya. Apalagi semua pompa bensin disini menggunakan sistem self service. Setelah tengok kanan tengok kiri, akhirnya aku tahu caranya. Aku harus bayar dulu di kounter jaga, kemudian baru nanti pompa aktif sesuai dengan nominal yang kita minta. Saat itu aku beli bensin 5 ringgit dengan harga per liter sebesar 1,8 ringgit. Tidak berbeda jauh harganya dengan Indonesia. Dan karena seumur-umur baru pertama kali memegang selang pompa, sedikit banyak ada bensin yang tercecer. Maklum, tidak bakat jadi penjaga SPBU, hehehe.

About MazGan

Be a Better Human Komentator Segalanya
This entry was posted in Umum. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s