Briefing

Huaaaah… mendengar kata briefing rasanya bikin males. Dimana-mana briefing cuma penjelasan awal tentang sesuatu. Na, briefing tadi pagi menjelaskan tentang Malaysia secara umum dan menjelaskan tentang tes bahasa Inggris. Pada briefing tentang tes inilah yang tadi sempat ribut. Banyak orang dari negara-negara Arab dan Persia tampak kalang kabut. Karena apa? Ternyata banyak yang dari mereka tidak bisa bahasa Inggris! Boleh dikatakan bahasa Inggris mereka setingkat dengan anak SD. Mungkin pembaca sekalian tidak percaya, tapi itulah kenyataannya. Itulah mengapa pada briefing sesi pertama tentang negara Malaysia dibagi menjadi 3 ruangan. Satu untuk penjelasan dengan bahasa Inggris dan dua lainnya untuk bahasa Arab dan Persia. Untuk sesi kedua semua digabung. Dan tampak nyata sekali bahwa hampir 90% orang-orang dari negara Arab dan Persia tidak ngeh dengan bahasa Inggris. Oleh karena itu disediakan pula dua orang interpreter. Ada isu yang mengatakan bahwa ada orang yang ‘bermain’ dalam penerimaan mahasiswa baru. Kebanyakan yang menggunakan jasa ini adalah orang-orang dari negara Arab dan Persia. Setiap orang disinyalir harus membayar sebesar USD600 untuk dapat lolos tes. Si makelar ini bisa dipastikan teman dari mahasiswa baru itu sendiri yang sudah lebih dulu mengenal sistem di UTM. Tetapi ternyata tampaknya tidak berhasil. Hal ini semakin terlihat jelas manakala terjadi perdebatan, hanya orang-orang dari Arab dan Persia yang panik. Apalagi mereka datang berkelompok. Sedangkan orang-orang dari Indonesia, China, Uganda, Nigeria, Kazakhstan, India, dll., tampak tenang dan bisa mengerti apa yang diucapkan oleh pemberi materi.

Dari apa yang telah saya ceritakan di atas, maka saya hanya ingin mengatakan bahwa negara kita Indonesia tercinta ini ternyata sebenarnya sudah sedemikian maju dari apa yang orang lihat saat ini. Materi bahasa Inggris di sebagian besar daerah sudah diberikan semenjak Sekolah Dasar. Bila orang bilang kita adalah negara miskin, boleh jadi kita bilang iya. Tetapi kita hanya miskin di harta. Sedangkan ilmu dan kreatifitas kita boleh saya katakan bisa bersaing dengan negara maju lainnya seperti Jepang, China, bahkan negara-negara di Eropa. Satu hal yang kita tidak punya adalah mental juara. Dengan masa penjajahan yang sedemikian lama, kurang lebih 3,5 abad, oleh bangsa Eropa, dalam hal ini Belanda, membuat kita merasa bahwa kita adalah kaum inferior dibandingkan dengan orang-orang bule. Sudah sekian lama kita dijadikan budak dan pekerja  kasar Tapi ingat, kita bisa merdeka dengan kaki dan tangan kita sendiri. Dan itu jauh lebih baik ketimbang kita menjadi bangsa yang maju tetapi menjajah bangsa lainnya. Bagi pembaca sekalian, pesan saya adalah jangan merasa kita adalah orang yang lemah, baik dalam hal pendidikan, olahraga, dll., dibandingkan negara lain. Sebagian besar negara di luar masih menganggap kita bangsa yang kuat dan berbudi luhur. Takkan ada kemerdekaan negara-negara di Afrika dan Asia tanpa adanya peran dari Indonesia. Sekali lagi ingat bahwa kita adalah bangsa yang besar di negara kita tercinta Indonesia. Dan banggalah karenanya.

About MazGan

Be a Better Human Komentator Segalanya
This entry was posted in Kuliah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s