Tes dan Belanja

Hmmm… kemarin adalah hari yang paling sibuk sementara ini. Dari bangun tidur hingga mau bobok banyak hal yang dikerjakan. Pagi-pagi setelah bangun hal pertama adalah mencari tempat fotokopi. Ada 2 hal yang harus ku-copy yaitu paspor dan offer letter. Setelah itu aku ingin langsung pergi ke UTM tapi tidak ada kendaraan Satu-satunya jalan yaitu pakai taksi. Tapi tampaknya sangat sedikit taksi yang tersedia untuk melayani seluruh kota. Maklum, banyak yang punya kendaraan pribadi, baik mobil atau motor. Bahkan tidak ada bus kota yang lalu lalang. Beruntung ada kenalanku yang bersedia mengantar dan menemaniku.
Sampai di UTM, hal pertama yang kulakukan adalah mencari asrama. Tempat yang kudatangi adalah kantor dari asrama yang akan kutinggali. Sebenarnya aku harus mengurus administrasi dulu di kantor postgraduate, tapi berhubung temanku kenal dengan kepala asrama, maka ini bisa disebut ‘jalan belakang’. Ok, asrama sudah beres. Hal berikutnya adalah tes kesehatan. Pertama-tama adalah rontgen. Tak butuh waktu lama di ruangan X-ray. Cuma 5 menit. Habis itu, tes selanjutnya adalah periksa tekanan darah. Hasilnya adalah 125/75 dengan 96 bpm. Setelah tinggi dan berat badan dicatat, maka, dilakukanlah tes mata. Alhamdulillah mata juga masih normal. Pemeriksaan terakhir adalah  pengambilan sampel darah. Ngga tanggung-tanggung, diambilnya 2 tabung coy! Wah-wah, drakula aja bisa eneg tuh. Selain darah tentu saja ada ‘temannya’ yang harus diambil. Apa itu? AIR KENCING! Nah, kalo ini mau diambil semua nggih monggo… Pemeriksaan terakhir hanya dicek oleh dokter dengan menggunakan stetoskop. Setelah itu? Selesai donk, kan tadi dah dibilangin itu pemeriksaan terakhir.
Asrama dan tes sudah beres, maka hal selanjutnya adalah BELANJA. Ada beberapa barang yang aku beli, antara lain, gel rambut, lotion, shampoo, dan kamera foto. Untuk yang terakhir aku harus nawar sampe ngotot. Maklum, bukan barang murah. Dan ternyata tukar Ringgit disini lebih murah. Satu ringgit disini = Rp 3.100, bandingkan kalau di Palembang dan Jakarta yang mencapai Rp 3.400! Dengan mengeluarkan uang sebanyak MYR 2130 atau Rp 6.603.000, aku bisa membawa pulang kamera Canon EOS 1000D, tripod, memory 4GB, camera bag, screen protector, UV filter, dan software seharga MYR 200. Harga ini bisa dikatakan cukup murah mengingat saat di Jogja aku dapati harga sekitar Rp 6.300.000 hanya untuk sebuah kamera dengan memory 2GB. Lucunya, kartu garansi hanya diberi cap toko, tidak ditulis tanggal pembelian. Katanya biar garansinya bisa seumur hidup.
Itulah yang kulakukan sepanjang hari ini. Sekarang saatnya bersantai sejenak sembari mendukung perjuangan timnas Merah Putih menghadapi Singapura. Selamt berjuang! Merdeka!

About MazGan

Be a Better Human Komentator Segalanya
This entry was posted in Kuliah, Umum. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s